6/28/2009

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Kesimpulan :

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.

Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

Perokok Berisiko Tinggi Terserang Dementia

Antara News - Orang yang merokok lebih mungkin untuk terserang penyakit Alzheimer dan bentuk lain sakit jiwa (dementia) dibanding orang yang telah berhenti atau tak pernah merokok. Perokok yang berusia di atas 55 tahun menghadapi kemungkinan 50 persen untuk terserang sakit jiwa dibandingkan dengan orang yang tak merokok, kata Dr. Monique Breteler dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, dan rekannya.Breteler dan rekannya, yang menulis di jurnal Neurology, mengatakan mereka menelusuri hampir 7.000 orang yang berusia 55 tahun dan lebih selama rata-rata tujuh tahun. Selama masa itu, 706 di antara orang-orang tersebut terserang sakit jiwa.

Ada satu jenis gen yang sudah diketahui yang meningkatkan risiko sakit jiwa yang disebut APOE4 atau apolipoprotein E4. Merokok tak berdampak pada resiko Alzheimer bagi orang yang memiliki gen itu. Namun orang yang tak memiliki gen tersebut menghadapi 70 persen risiko Alzheimer kalau mereka merokok.

Merokok dapat mengakibatkan stroke ringan, yang pada gilirannya merusak otak dan mengakitkan sakit jiwa, kata Breteler. “Merokok meningkatkan risiko penyakit cerebrovascular (stroke), yang juga berhubungan dengan dementia,” kata Breteler dalam suatu pernyataan yang dikutip Reuters.

“Mekanisme lain dapat melalui stres oxidative, yang dapat merusak sel di dalam pembuluh darah dan mengarah kepada pengerasan pembuluh nadi. Perokok mengalami stress oxidative yang lebih besar dibandingkan orang yang bukan perokok, dan peningkatan tekanan oxidative juga terlihat pada penyakit Alzheimer,” katanya.

Stress oxidative adalah suatu proses yang sama dengan berkarat, kondisi yang memungkinkan reaksi kimia merusak DNA.

Anti Rokok

akarta , Senin, 11-06-2001 19:18:45 

Situs Anti Rokok Depdiknas Kampanye Bebas Rokok Lewat Internet 

GATRA.com - Sekitar 13,2 persen dari remaja Indonesia usia (15-19 tahun) saat telah merokok saat ini, sehingga jika tidak dicegah melalui kampanye bahaya merokok bagi kesehatan, akan bertambah jumlahnya, kata Kepala Balitbang Depdiknas Dr Budiono. 

Seusai meresmikan situs internet kampanye bahaya merokok bagi kesehatan, di Jakarta, Senin, Budiono mengatakan, menggunakan tembakau dengan cara dikunyah dan dihisap (merokok) akan mengakibatkan 25 jenis penyakit, antara lain kanker paru dan tenggorokan, jantung serta hipertensi. 

Karena itu, Dedpiknas terus meningkatkan kampanye bahaya merokok bagi kesehatan, dimulai sejak anak usia dini tingkat SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi melalui pembentukan kawasan bebas rokok di setiap sekolah. 

Sejak 1987, Depdiknas telah mengeluarkan pelarangan merokok di kawasan sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi, sehingga para siswa, guru, karyawan dan mereka yang berada di ruang sekolah dilarang merokok. 

Karena itu, pencanangan situs internet http://www.bebasrokok.com dan http://www.ash-free.com dimaksudkan sebagai ajang kampanye bagi siswa untuk memahami bahaya rokok terhadap kesehatan, katanya dalam acara yang dihadiri Kepala Perakilan WHO di Indonesia George Petersen. 

Dengan adanya situs internet bebas rokok, para siswa dapat menahan diri untuk tidak memulai mencoba merokok dan dapat mengajak teman, keluarga dan masyarakat sekitar agar meninggalkan kegiatan merokok. 

Sementara itu, Staf Ahli Menkeskesos dr Muharso, SKM mengatakan, jumlah perokok dari kaum pria Indonesia mencapai 52,9 persen, sedang wanita perokok mencapai 3,6 persen. 

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan 1,1 miliar jiwa penduduk dunia merokok atau 1/3 penduduk dunia usia 15 tahun ke atas telah merokok, sedang kerugian akibat merokok mencapai 200 miliar dolar AS atau sekitar 100 miliar dolar AS diderita penduduk di negara berkembang. 

Angka kematian akibat kebiasaan merokok di dunia pada 2000 mencapai 3,5 juta orang, sekitar 1,1 juta orang di antaranya di negara berkembang. (Ant).